Aku pernah bertamu ke rumah mu yang jauh di balik kalbu,
Ku ketuk pintu rumah mu dengan pelan,
Tak lupa ku mengucap salam,
Kau membuka pintu dengan senyuman, lalu kau persilahkan aku masuk dan duduk di kursi sofa yang nyaman,
Kau bertanya; Mau kopi atau teh?
Ku jawab; Kopi saja, tanpa gula kalau boleh.
Kau menyajikan dengan hangat, kita menghabiskan separuh hari dengan tawa dan cerita dikala kelak kita tua,
Tiba tiba, kau meminta ku pergi, sebab pintu rumah mu sudah diketuk orang lain lagi, namun satu hal yang kau ucap sebelum aku berdiri;
"Esok kau boleh datang lagi, di jam yang sama, dan pulang di waktu yang sama pula"
Aku mengerti, rumah mu terlalu nyaman untuk di singgahi, tamu datang silih berganti, dan kau tetap menerima dengan baik hati.
Aku pun hanya akan datang kali ini, menikmati secangkir kopi pahit ini sekali, dan aku tak ingin merepotkan mu lagi.
- 2018



